6 Fakta Vaksin Sinovac Yang Perlu Diketahui

Vaksin Sinovac merupakan salah satu jenis atau merk vaksin untuk penangkal Virus Corona (COVID-19) yang saat ini digunakan di Indonesia.

Sinovac menerapkan metode inactivated dalam mencegah virus corona, yaitu vaksin yang mengandung virus corona nonaktif, untuk dipelajari oleh sistem imun tubuh.

Pada dasarnya cara kerja vaksin dalam melawan virus corona relatif sama, yaitu memberi sistem imun kita strategi perlawanan terhadap virus tanpa harus melawan virusnya secara langsung.

Fakta Tentang Vaksin Sinovac

Meskipun dalam cara penyampaian beberapa vaksin tidak sama, terlepas metode apa yang paling efektif.

Vaksin yang dibuat dari Cina ini sudah melewati beberapa tahap uji sebelum disebar luaskan ke masyarakat di Indonesia atau negara lainnya. Lantas, apa saja fakta tentang vaksin sinovac?

1. Vaksin Sinovac Dibuat dari Virus Corona

Vaksin Sinovac Dibuat dari Virus Corona by Michal Bednarek Canva
Ilustrasi Vaksin Sinovac Dibuat dari Virus Corona

Sesuai metode yang digunakan yaitu inactivated virus. Vaksin sinovac tentu mengandung virus corona yang telah dinonaktifkan untuk memberi tahu terkait cara menghadapi virus tersebut.

Meskipun virus dalam kondisi mati dan tidak dapat menyebar didalam tubuh, sistem imun tetap akan menanggapinya serta mempelajari cara melawan jenis virus tersebut. Namun respon sistem kekebalan tubuh kita mungkin tidak seampuh saat melawan virus yang masih aktif.

Maka dari itu, jenis vaksin seperti ini biasanya memerlukan beberapa dosis agar lebih efektif melawan virus corona.

2. Mengandung Senyawa Betapropiolakton

Vaksin Sinovac Mengandung Senyawa Betapropiolakton by Freepik
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Mengandung Senyawa Betapropiolakton (Foto: Freepik)

Setelah melewati proses menonaktifkan virus, ilmuan juga menggunakan senyawa betapropiolakton, yang berperan agar kandungan virus tidak terikat dengan gennya.

Selain itu, peneliti juga menarik virus corona yang tidak aktif tersebut dan memadukanya dengan sejumlah senyawa berbasis aluminium yang sering disebut adjuvan.

Adjuvan sendiri berperan sebagai perangsang sistem imun tubuh untuk meningkatkan respon terhadap vaksin tersebut.

3. Meningkatkan Respon Imun Tubuh

Vaksinasi Sinovac untuk Meningkatkan Respon Imun Tubuh by Freepik
Vaksin Corona dapat Meningkatkan Respon Imun Tubuh (Foto: Freepik)

Mengingat virus Corona yang terkandung dalam vaskin Sinovac sudah dinonaktifkan. Proses vaksinasi tidak akan menyebabkan infeksi COVID-19 setelah berhasil disuntikan kedalam tubuh, yang akan dibawa oleh sel imun yang disebut sel pembawa antigen.

Sel pembawa antigen akan merobek virus Corona, yang akan memunculkan beberapa fragmen di permukaan.

Ilustrasinya, sel T dalam tubuh akan mendeteksi fragmen tersebut, apabila terdapat kecocokan, sel T akan menjadi aktif untuk merespons vaksin.

4. Menciptakan Antibodi

Vaksin Virus Corona Menciptakan Antibodi by AlexRaths Canva
Ilustrasi Vaksinasi Sinovac untuk Menciptakan Antibodi

Vaksin sinovac juga akan menjadikan sel B sebagai sel kekebalan tubuh lain yang mengandung protein pada permukaan yang bisa menempel pada virus.

Saat sel B terkunci, sel tersebut bisa menarik sebagian bahkan seluruhnya dan menampilkan fragmen virus Corona di permukaan.

Disisi lain sel T akan membantu mencocokkan fragmen tersebut dengan sel B. Apabila cocok, akan mendorong sel B berkembang dan menghasilkan antibodi bagi kekebalan tubuh manusia.

5. Mencegah Virus Corona

Vaksin Sinovac untuk Mencegah Virus Corona by Michal Bednarek Canva
Ilustrasi Vaksinasi untuk Mencegah Virus Corona

Setelah berhasil divaksinasi dengan sinovac, otomatis sistem imun tubuh bisa merespons terhadap infeksi virus Corona yang masih hidup. Sedangkan sel B yang bisa menghasilkan antibodi, akan menempel serta mencegah masuknya virus corona ke dalam sel tubuh manusia.

6. Efikasi Vaksin Sinovac

Efikasi Vaksin Sinovac by Freepik
Ilustrasi Efikasi Vaksin Sinovac (Foto: Freepik)

Vaksin sinovac resmi mengantongi izin edar sebagai penggunaan darurat, namun dalam beberapa penelitian yang dilakukan dari berbagai ahli medis, menunjukan tingkat efikasi yang berbeda antara lembaga – lembaga tertentu.

Contohnya, hasil uji klinis dari bandung, mencatat efikasi vaksin tersebut mencapai 65,3%. Berbeda dengan lembaga yang berpusat di Turki, mereka mencatat 91,25% dan 78% untuk pengujian yang dilakukan Brazil.

Merujuk hasil uji klinik di bandung yang hanya mencatat 65,3%, namun vaksin buatan Cina ini diharapkan mampu menurunkan angka positif kasus virus corona di Indonesia.

Sampai saat ini, prioritas utama untuk mendapatkan vaksin sinovac adalah tenaga kesehatan. Selanjutnya akan sampai saatnya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Walaupun sudah mendapatkan vaksin virus corona, Anda tetap harus menjalankan protokol kesehatan seperti gerakan 5 M ya:

  1. Memakai Masker
  2. Mencuci Tangan
  3. Menjaga Jarak
  4. Menjauhi Kerumunan
  5. Mengurangi Mobilitas.

Tetap jaga kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang terkasih Anda. Semangat ya..

Share:

Tinggalkan komentar