Pengertian WORKSHOP: Tujuan, Ciri-Ciri, dan Jenis-jenisnya

Workshop seringkali diadakan oleh beberapa instansi yang dihadiri oleh peserta dengan keahlian bidang tertentu.

Umumnya bertujuan untuk melakukan serangkaian kegiatan seperti pelatihan, diskusi hingga memecahkan suatu masalah.

Pengertian Workshop

Workshop adalah kegiatan yang dilakukan sekelompok orang dimana mereka memiliki latar belakang dan keahlian serupa. Umumnya akan melakukan suatu pembahasan untuk mengembangkan masalah tertentu.

Workshop biasa disebut dengan lokakarya. Kegiatan workshop umumnya bertujuan untuk mengupas tuntas permasalahan yang sedang terjadi disertai dengan pelatihan kepada peserta.

Harapannya adalah agar mereka dapat memperoleh wawasan baru, bermanfaat dan tentunya relevan terhadap profesinya

Tata cara pelaksanaan workshop ialah menentukan tujuan pelaksanaan yang kemudian dilanjutkan dengan memilih suatu permasalahan pokok.

Tim penyelenggara (event organizer) workshop akan merumuskan teknis bagaimana pemecahan masalah tersebut. Sesi terakhir akan melakukan aktivitas pelatihan dan diskusi.

Tujuan Workshop

Kegiatan workshop yang dilakukan pada umumnya memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada peserta melalui praktek pelatihan atau forum diskusi.

Kegiatan ini bermanfaat untuk menambah kualitas profesi seseorang sesuai dengan bidang kerjanya. Artinya mereka bisa meningkatkan kompetensi dan kecakapan melalui workshop ini.

Kegiatan workshop juga bertujuan sebagai wadah membangun kemitraan dan kerjasama antar pihak atau peserta.

Secara tidak langsung mereka akan saling berkenalan dan menambah partner kerja yang tentunya akan bermanfaat di masa depan.

Ciri-Ciri Workshop

Kegiatan workshop mempunyai beberapa ciri-ciri yang menjadi pembeda dengan forum diskusi lainnya seperti seminar atau pertemuan pada umumnya. Berikut perbedaannya:

1. Dihadiri oleh Pakar

Kegiatan workshop yang dilakukan ini umumnya memiliki tema atau topik pembahasan tertentu. Biasanya pemateri atau pakar berasal dari tenaga pengajar seperti dosen dan guru yang memiliki keahlian serupa.

Selama mengikuti workshop, para peserta akan mendapatkan materi, pelatihan sampai berdiskusi bersama dengan pakar yang memiliki keahlian relevan sesuai dengan tema.

2. Membahas Suatu Permasalahan

Permasalahan yang dibahas pada workshop biasanya berasal dari peserta, dimana mereka terdiri dari beberapa orang.

Tidak heran jika kegiatan ini bisa dilaksanakan melebihi satu hari karena akan membahas banyak masalah di satu bidang keilmuan.

Hal ini mendasari bahwa mengapa pakar yang diundang harus memiliki keahlian di bidang serupa. Harapannya adalah agar mereka saling terhubung untuk berdiskusi membahas permasalahan tersebut.

3. Terjadi Komunikasi Dua Arah

Tentu Anda sering mendengar bahwa banyak pembicara akan berbicara sendiri tanpa memberikan kesempatan audiens untuk menanggapi.

Hal ini berbeda dengan workshop dimana kegiatan ini memang harus terjadi komunikasi dua arah antara para peserta dan pakar.

Komunikasi dua arah ini terjadi ketika mereka ingin menyelesaikan masalah melalui cara diskusi, musyawarah hingga penyelidikan bersama.

Harapannya adalah agar para peserta bisa ikut secara aktif untuk saling memberikan pendapat, saran atau bentuk tanggapan lainnya.

Jenis-jenis Workshop

Workshop dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan organisasi penyelenggara, waktu pelaksanaan hingga sifatnya.

Sebagai peserta pun bisa menyesuaikan untuk ikut di forum workshop tertentu sehingga sesuai dengan keahliannya.

1. Berdasarkan Organisasi atau Lembaga

Organisasi atau Lembaga yang berdiri di Indonesia tentu memiliki fokus masing-masing. Anda pun bisa dengan mudah menjumpainya hanya dengan melihat kantor cabangnya.

Beberapa diantaranya yaitu bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, pangan dan lainnya.

Misalnya jika suatu workshop diadakan oleh instansi pendidikan. Tentunya peserta yang diundang dan hadir tidak akan berasal dari bidang lainnya. Topik pembahasannya pun harus berkaitan dengan Lembaga penyelenggaranya.

2. Berdasarkan Waktu Pelaksanaan

Pengelompokan jenis workshop berdasarkan waktu pelaksanaan dibedakan menjadi dua. Berikut ini penjelasannya:

  • Pelaksanaan Workshop dilakukan secara beruntun yaitu suatu kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu dan terus menerus. Biasanya diadakan selama tiga hari tanpa henti.
  • Workshop dilaksanakan secara berkala yaitu kegiatan yang diadakan dalam jangka waktu tertentu misalnya setiap bulan atau minggu sekali. Peserta pun bisa saja berganti ataupun tetap sesuai dengan kesepakatan penyelenggara.

3. Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifat, workshop dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  • Workshop diadakan secara mengikat. Artinya yakni kegiatan diselenggarakan oleh orang-orang dari Lembaga tertentu sehingga tidak dibuka secara umum. Misalnya untuk membahas program kerja suatu instansi.
  • Workshop bersifat tidak mengikat. Workshop akan dilakukan secara terbuka oleh umum sehingga pesertanya pun bisa berasal dari mana saja asalkan memiliki keinginan dan passion sesuai dengan topik pembahasan.

Perbedaan Workshop Online dan Offline

Workshop yang dilakukan secara offline umumnya dirasa lebih efektif dalam menyampaikan materi hingga diskusi dimulai.

Terutama bagi mereka dengan kecenderungan menyukai pembelajaran secara tatap muka atau bertemu langsung. Tentu kegiatan ini memang cenderung menarik daripada offline.

Peserta workshop offline lebih bersemangat untuk saling memberikan pendapatnya karena bisa berdiskusi secara langsung.

Terlebih jika mereka mengikuti kegiatan ini bersama teman-teman. Berbeda jika forum diskusi ini diadakan dengan online sehingga tidak mengharuskan untuk tatap muka.

Workshop online tentu sedang dioptimalkan di masa pandemi ini. Bagi tim penyelenggara dituntut untuk membuat kegiatan ini berlangsung secara efektif dan interaktif agar bisa menarik perhatian dari setiap peserta. Kedua cara ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing ketika diadakan.

Perbedaan Workshop dengan Seminar

Kedua istilah ini tentu saja berbeda, baik pemateri hingga cara pelaksanaannya. Anda perlu mengetahui perbedaan dari workshop dan seminar agar bisa membedakannya.

Berikut beberapa pembedanya:

1. Diskusi Menyelesaikan Masalah

Workshop akan dilaksanakan dengan kebanyakan diskusi daripada hanya menyampaikan materi saja.

Cara ini menjadi cukup efektif apabila dilakukan karena memberikan feedback positif baik bagi pakar ahli maupun pesertanya. Mereka perlu saling berdiskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Berbeda dengan cara pelaksanaan seminar dimana peserta akan kebanyakan mendengarkan materi tanpa ada sesi diskusi bersama pemateri. Umumnya mereka hanya saling tanya jawab dalam menanggapi penyampaian dari pembicara.

2. Pelatihan Setelah Materi

Adanya pelatihan yang dilakukan setelah penyampaian materi menjadi perbedaan paling utama dari workshop.

Peserta akan melakukan praktik secara langsung ketika pakar ahli menyampaikan pembahasan. Harapannya adalah agar mereka bisa benar-benar menerapkan di kehidupan nanti.

Berbeda dari pelaksanaan dari seminar. Umumnya kegiatan ini hanya akan dilaksanakan dengan penyampaian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

3. Waktu Pelaksanaan

Umumnya pelaksanaan workshop bisa dilakukan dalam beberapa hari minimal 2 sampai 3. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 sampai 9 jam setiap harinya sesuai dengan rangkaian acara yang sudah ditentukan.

Berbeda dengan pelaksanaan seminar yang umumnya hanya dilakukan satu hari saja. Hal ini dikarenakan kegiatan ini cukup mengharapkan output dari peserta berupa pemahaman materi tanpa adanya pengaplikasian secara langsung. 

Workshop merupakan salah satu kegiatan yang seringkali diikuti oleh beberapa profesi dengan keahlian tertentu.

Tujuannya adalah agar peserta mampu berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan. Tidak hanya itu saja, mereka juga memperoleh pelatihan setelah penyampaian materi.

Share:

Tinggalkan komentar