Sinopsis Monster Hunter, Melawan Monster untuk Kedamaian

Film Monster Hunter mengadopsi dari seri video game populer yang dibintangi Milla Jovovich, menjadikanya masuk dalam salah satu film yang ditunggu pada tahun 2021.

Tidak hanya Jovovich serta Jaa, film ini juga dimainkan oleh Ron Perlman (Hellboy), dan Diego Boneta (sebagai Luis Miguel, Rock of Ages).

Kisahnya yang ditampilkan berpusat pada komandan regu militer PBB (Artemis), yang dibintangi oleh Jovovich. Tugas utama dari tim ini merebut kembali daerah yang dikuasai Monster.

Pada misi itu mereka dipertemukan dengan seorang Monster Hunter lain (Jaa). Lalu keduanya mencoba menutup portal pintu masuk untuk mencegah datangnya monster ke bumi.

Disisi lain Harris akan mengisi peran Link (Sniper) dan Perlman sebagai Admiral, selaku pemimpin kelompok Hunter’s Crew.

Namun mengulik Alur game yang dijadikan rujukan, sebenarnya memiliki misi yang tidak jelas. Hanya berburu monster dan merubah tampilan avatar saja yang bisa dilakukan jika memainkan game tersebut.

Artikel Lainnya: Sinopsis Killerman, Buronan Yang Hilang Ingatan

Official Trailer Monster Hunter

Sebelum menonton film secara keseluruhan, nonton dulu trailer Monster Hunter dibawah ini.

Alur Cerita Film Monster Hunter

1. Prolog Film Monster Hunter

Saat Komandan Monster Hunter (Artemis) beserta pasukanya berpindah menuju dunia baru. Semua pasukan terlibat peperangan yang menakutkan melawan kekuatan monster demi bertahan hidup.

Di dunia baru, manusia hidup beriringan dengan berbagai monster buas, dimana semua orang diajarkan menjadi pemburu. Hal ini sebagai penyesuaian demi kemandirian atas kondisi bumi yang dikuasi monster.

Dalam dunia nyata, Natalie Artemis selaku Kapten Angkatan Darat Amerika Serikat mulai mencari keberadaan tentara yang hilang di gurun.

2. Konflik Film Monster Hunter

Konflik Film Monster Hunter by IMDB
Konflik Film Monster Hunter (Foto: IMDB)

Namun dengan sangat cepat badai menarik mereka memasuki portal dunia baru, saat itu juga mereka menemukan tanda – tanda keberadaan tentara yang hilang. Sangat mengejutkan, tiba-tiba monster bertanduk mendekat dari dalam tanah.

Sambil mengamati, kapten memerintahkan untuk menahan serangan dan memutuskah bersembunyi didalam gua.

Belum lama bersembunyi, sekelompok Nerscyllas (Monster laba-laba) datang menyerang dengan sangat kejam. Semua tentara gugur, hanya Artemis yang berhasil melarikan diri hingga bertemu Hunter saat pelarianya.

Terjadi perdebatan diantara mereka, sebelum sepakat untuk bekerja sama.

Untuk menutup portal yang dibuat oleh Sky Tower, Artemis harus melakukan perjalanan menuju menara yang berada di seberang gurun. Namun untuk mencapainya para Monster Hunter harus membunuh Diablos.

Ditemani Hunter, Artemis mulai belajar bertarung memakai senjata unik yang dimiliki Hunter. Mereka juga memasang jebakan untuk membunuh Diablos, bagusnya serangan yang mereka lancarkan berhasil melumpuhkan monster tersebut.

3. Klimaks Film Monster Hunter

Namun akibatnya Hunter terluka parah, sehingga Artemis menggendongnya melintasi gurun menuju menara portal.

Sebelum mencapai menara portal (oasis), mereka terlibat pertempuran yang melibatkan sekelompok Hunter yang dipimpin ketua suku yaitu Laksamana. Artemis berhasil diselamatkan dan terjatuh kedalam portal dan kembali memasuki dunia nyata.

Tapi sialnya portal masih terbuka lebar, hal itu mengundang Rathalos datang ke dunia nyata. Namun dengan gerak cepat Artemis memanfaatkan kesempatan itu untuk melempaskan tembakan dan melemparnya kembali ke dunia baru.

Walaupun Artemis berhasil kembali, ia memutuskan untuk kembali ke Dunia Baru dan tetap bersama para Pemburu.

Baca Juga: 11 Film Kartun Terbaik yang Wajib Ditonton dan Mendidik

Penutup

Keputusan itu membuat Laksamana memberikan informasi terkait potensi datangnya monster lain selama portal masih terbuka.

Dengan rasa hormat Laksamana memerintahkan Artemis dan Hunter untuk mencari cara menutup portal tersebut selama – lamanya.

Film Monster Hunter merupakan salah satu film action terbaik. Meskipun film Monster Hunter sempat membuat heboh masyarakat tiongkok yang berujung pencekalan yang terjadi akibat salah penafsiran kata.

Akan tetapi film yang di sutradarai Paul W. S. Anderson ini tidak sedikit menuai dukungan dari bagi pecinta film dunia.

Share:

Tinggalkan komentar