PENDIDIKAN Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Tujuan

Pendidikan adalah sebuah pondasi utama dalam hidup yang harus dibangun dengan sebaik-baiknya.

Proses pembelajaran antara pendidik dan juga peserta didik guna memperoleh pengetahuan secara mendalam.

Pengertian Pendidikan Menurut UUD 1945

Pengertian Pendidikan Menurut UUD 1945

Banyak sekali pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh para tokoh ahli. Termasuk menurut Undang-Undang Dasar 1945, mengemukakan bahwa merujuk pada pengertian usaha sadar serta terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran efektif.

Proses pembelajaran yang tersusun secara sistematis, akan menghasilkan perkembangan belajar dari peserta didik supaya lebih aktif.

Selain itu, mereka juga tentunya dapat mengembangkan pola pikir cemerlang serta berkembang maksimal.

Pengertian pendidikan menurut UUD 1945, akan membantu peserta didik supaya memiliki kekuatan diri yang religious, mampu mengontrol diri, beretika baik, serta memiliki keterampilan dalam kehidupan secara individu, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut UUD 1945, pendidikan akan membawa kesadaran setiap manusia dalam usahanya untuk mewujudkan pembelajaran sistematis yang aktif dan efisien.

Selain itu, pendidikan adalah media dalam menggali bakat serta potensi diri masing-masing.

Artikel Lainnya: Harga Emas Hari Ini: Harga Emas 18, 22, 23, dan 24 Karat

Bagaimana Sejarah Pendidikan Di Indonesia?

Bagaimana Sejarah Pendidikan Di Indonesia

Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai sejak sebelum mengenal kemerdekaan.

Perlu Anda ketahui, seiring dengan berkembangnya perdagangan pada abad ke-16, bangsa Spanyol masuk dan mulai menyebarkan agama Katholik serta mendirikan sekolah-sekolah di wilayah Ternate.

Setelah berakhirnya masa Portugis atau Spanyol, muncul kekuasaan baru, yaitu Belanda. Mereka mengganti penyebaran Katholik menjadi Kristen Protestan, sehingga didirikanlah sekolah-sekolah agama tersebut tepatnya pada tahun 1607 di wilayah Ambon oleh kelompok VOC.

Hingga pada akhirnya, pada abad ke-20, muncul golongan cerdik Indonesia yang sempat mengenyam pendidikan dari Barat, mulai membuat pergerakan, menyatukan semua elemen masyarakat dan kelompok organisasi kedaerahan dengan menciptakan “Indonesia Merdeka”.

Pendidikan pada masa kemerdekaan Indonesia, telah mengangkat tokoh pendidik yang sudah berjasa ketika zaman kolonial, seperti Ki Hajar Dewantara.

Sistem pembelajaran terus mengalami pembaharuan sejak orde baru hingga saat ini.

Apa Tujuan Pendidikan?

Ilustrasi Tujuan Pendidikan

Pendidikan sendiri memiliki beberapa tujuan yang berbeda bagi setiap individu, baik dari sisi pengajar, ataupun peserta didik itu sendiri.

Lantas apa saja tujuan-tujuannya jika diklasifikasikan secara umum? Simak pemaparan berikut ini untuk Anda.

1. Mendapatkan Pengetahuan

Secara umum, tujuan inti dari pendidikan adalah memperoleh informasi serta pengetahuan baru.

Adanya hal tersebut, dimaksudkan karena setiap orang perlu mengetahui bagaimana cara membaca, menulis, dan juga melakukan aritmatika atau berhitung.

Pendidikan bisa membina pelajar atau peserta didik supaya memiliki pengetahuan yang berguna untuk pertahanan diri mereka.

Selain itu, juga dijadikan sumber pembelajaran untuk menjadi orang dewasa secara fungsional di dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mencipatakan Individu yang Bijaksana

Pendidikan memiliki kompetensi dalam pembentukan karakter peserta didik, sehingga melahirkan sikap dan perilaku bijaksana ketika menghadapi masyarakat disekitarnya.

Kebiasaan rapi serta bersih dilingkup instansi berpengaruh untuk kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapatkan pendidikan dalam instansi, setiap orang pasti akan kembali pada habit sosial menjadi seorang masyarakat.

Mereka dituntut menjadi pribadi yang baik dan berusaha memberi pelajaran serta berperilaku atau bertindak bijaksana bagi sesamanya.

3. Mempelajari Cara Bertahan Hidup

Pendidikan adalah media bagi seseorang untuk memperoleh pengetahuan baru. Beberapa orang melihat sekolah atau instansi secara holistic.

Setiap peserta didik, tentu tidak hanya mendapat informasi dari mata pelajaran (mapel) teoritik saja, namun juga belajar tentang pelajaran hidup.

Untuk keberhasilan dari tujuan ini, seorang pendidik dituntut untuk memiliki etiket kerja secara tepat dan diperkuat.

Sehingga peserta didik dapat menyelesaikan setiap masalahnya serta mengetahui bagaimana cara bersikap atau menyikapi orang lain dengan kooperatif.

4. Memiliki Etos Kerja

Akan ada banyak sekali pelajaran-pelajaran yang didapatkan di dalam sebuah instansi, baik sekolah ataupun perguruan tinggi dan tempat penunjang pendidikan lainnya.

Pelajaran-pelajaran tersebut nantinya berguna sebagai kebiasaan serta keberhasilan peserta didik.

Sebagai orang dewasa, tentunya Anda harus mampu bekerja tepat waktu, mengatur kebiasaan sebagai aktivitas sehari hari.

Dengan begitu, menjadi seseorang yang bisa dipercaya atas tanggung jawabnya. Hal tersebut pasti sudah diperkuat setiap harinya saat bersekolah.

5. Menumbuhkan Harga Diri

Seorang pendidik, harus bisa meningkatkan rasa confident dari setiap peserta didik.

Harga diri harus dibentuk guna membantu keberhasilan terhadap kemampuan belajar mereka sehingga nantinya akan memiliki pemahaman, serta kepercayaan dalam menjalani kehidupan.

Pemahaman yang kuat akan melahirkan confidention sang pendidik. Hal tersebut bertujuan supaya mereka mampu menerapkan pengetahuan tersebut di dalam kehidupan sehari-hari dan tentu mendorong harga diri untuk mencapai tujuan secara realistis.

Artikel Lainnya: 13 Rekomendasi Film Indonesia Romantis Terbaik untuk Anda

Apa Saja Fungsi Pendidikan?

Ilustrasi Fungsi Pendidikan

Setelah memahami tujuan pendidikan, lantas apa saja fungsi pendidikan bagi kehidupan Anda?

Secara umum, pembelajaran dalam sebuah instansi tersebut berfungsi untuk mengembangkan kemampuan peserta didik supaya menjadi pribadi yang bermartabat.

Fungsi pendidikan lainnya menurut David Popenoe adalah untuk memindahkan suatu kebudayaan menuju masa atau kehidupan berikutnya.

Selain itu, peserta didik juga bisa memilih serta mendidik generasi baru mengenai pentingnya sebuah peranan sosial.

Pendidikan juga berfungsi melestarikan kebudayaan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Menanamkan sikap terampil untuk kebutuhan keikutsertaan masyarakat pada kehidupan berdemokrasi, serta kebebasan dalam berbangsa dan bernegara.

Poin pentingnya adalah, dengan adanya pendidikan formal atau non formal pastinya bisa mempersiapkan seorang peserta didik sebagai anggota supaya bisa mencari penghasilan sendiri. Menjadi seorang dengan penuh inovasi serta kreativitas di kehidupan yang akan datang.

Apa Saja Jenis-jenis Pendidikan?

Jenis jenis Pendidikan

Pada dasarnya, pendidikan dibagi menjadi 3, yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal. Ketiganya memiliki peranan masing-masing jika dilihat dari berbagai sudut pandang lain.

Namun, dari 3 jenis-jenis pendidikan memiliki tujuan sama dalam menciptakan generasi berpengetahuan luas.

1. Pendidikan Formal

Model yang pertama, merupakan pendidikan yang diselenggarakan oleh beberapa instansi sekolah-sekolah atau kampus, baik swasta ataupun negeri pada umumnya.

Jalur ini adalah paling sering dan umum ditempuh di Indonesia karena bersifat lebih jelas serta formal atau secara resmi.

Formalitas ini telah diatur dalam UU NKRI pasa 1 ayat 6, PP No. 17 tahun 2010 mengenai pengelolaan serta penyelenggaraannya bahwa sistem pendidikan haruslah jelas, baik dari SD, SMP, SMA, hingga instansi atas atau perguruan tinggi.

2. Pendidikan Non-Formal

Kedua adalah pendidikan non formal. Pendidikan non-formal adalah jalur yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Tentu, nantinya mereka akan memperoleh informasi, pengetahuan, bimbingan serta latihan-latihan tertentu.

Pendidikan non formal biasanya terpatri pada usia dini atau kanak-kanak. Contoh pembelajaran dari jalur ini adalah TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) di masjid dan musholla, serta Sekolah Minggu pada setiap Gereja.

3. Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jalur pembelajaran langsung dari keluarga serta lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar dengan mandiri dan dilakukan secara sadar serta bertanggung jawab.

Contohnya adalah homescholling atau juga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar).

Ada alasan mengapa pendidikan informal ini perlu digagas. Pendidikan informal bermanfaat untuk mencapat tujuan secara nasional yang dimulai dari internal keluarga.

Jalur ini bisa dilaksanakan dimana saja dan tanpa syarat khusus sebagai kelengkapan administrasinya.

Artikel Lainnya: VIRAL: 4 Macam Pernikahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Demikian ulasan bahwa pendidikan adalah suatu sarana penting, sebagai langkah dalam membentuk seorang pendidik dan peserta didik supaya menjadi cerdas dan bisa mengembangkan potensi di dalam dirinya.

Namun, tentunya menurut taraf atau tingkat pemikiran mereka masing-masing. Semoga bermanfaat.

Share:

Tinggalkan komentar