11 Cara Memulai BISNIS PROPERTI: Untung & Tanpa Modal

Bisnis properti adalah suatu usaha untuk mengembangkan aset dengan cara membeli properti dan nantinya akan dijual kembali dengan keuntungan yang cukup besar.

Bisnis properti sebenarnya tidak selamanya harus menggunakan modal dalam jumlah banyak.

Bahkan beberapa pebisnis memulainya tanpa dana sama sekali. Semua orang tentu ingin mendapatkan kesuksesan dengan berbagai caranya. Anda pun juga bisa mencoba salah satunya seperti berikut ini.

Jenis-jenis Bisnis Properti

Jenis jenis Bisnis Properti
Jenis-jenis Bisnis Properti

Sebelum memulai di dunia properti, pahami dulu beberapa jenis bisnisnya untuk menghasilkan untung yang besar. Berikut ini adalah jenis-jenis bisnis properti yang bisa jadi cuan untuk Anda:

  1. Menjadi makelar properti (mencari dan menjual properti seperti rumah, apartemen, gedung atau tanah kavling).
  2. Bisnis homestay atau kos kosan (penyewaan kamar dibayar harian, bulanan atau tahunan).
  3. Pendanaan properti di platform P2P lending.
  4. Bisnis properti di pasar modal.
  5. Mendirikan website untuk pencarian properti.

Artikel Lainnya: 12 Etika Bisnis beserta Contohnya yang Wajib Diketahui!

Cara Memulai Bisnis Properti agar Cuan Besar

Cara Memulai Bisnis Properti
Ilustrasi Berbisnis Properti agar Cuan Besar

Modal yang dianggap paling utama saat hendak memulai bisnis properti adalah keterampilan berbicara. Sebenarnya semua orang sudah dibekali dengan keahlian tersebut namun tidak seluruhnya dimaksimalkan terutama ketika ingin berbisnis.

Berikut beberapa cara mulai bisnis properti untuk pemula atau expert:

1. Bisnis Properti Dimulai Dari Nol

Bisnis Properti Dimulai Dari Nol
Bisnis Properti Dimulai Dari Nol

Ketika Anda terjun untuk memulai bisnis dari nol, sebenarnya keahlian yang dimiliki memang lebih banyak daripada orang-orang berbisnis dengan melanjutkan usaha dari pemilik sebelumnya.

Maka dapat dimulai berbisnis di bidang properti ini sejak awal asalkan memperhatikan beberapa tipsnya.

Anda bisa belajar bagaimana cara untuk mengatasi kegagalan yang pastinya dilalui oleh seorang pebisnis ketika memulai bisnis dari awal.

Jadi pendapat jika memulai bisnis tanpa modal adalah susah sebenarnya tidak dapat disalahkan dan dibenarkan. Pasalnya sudah banyak orang membuktikannya dan menjadi orang sukses.

2. Rajin Memperhatikan Iklan di Bisnis Properti

Iklan di Bisnis Properti
Rajin Memperhatikan Iklan di Bisnis Properti

Saat ini sudah banyak media yang memasangkan iklan-iklan di bidang properti. Sumbernya pun sangat beragam, mulai dari koran, internet hingga papan pengiklanan di jalan.

Sebagai penonton sekaligus calon pebisnis, bisa menggunakannya sebagai media untuk mempelajari berbisnis di sektor tersebut.

Anda pun bisa turut memasarkan properti yang sedang dijual kepada kerabat maupun calon pelanggan.

Pastikan untuk tidak memasang harga terlalu tinggi karena hanya akan menurunkan minat konsumen ketika hendak membelinya. Terlebih jika memiliki selisih sangat jauh jika dibandingkan di pasaran.

3. Dimulai Menjual Properti di Lingkungan Terdekat

Menjual Properti di Lingkungan Terdekat
Seseorang Menjual Properti di Lingkungan Terdekat

Tidak harus memulai penjualan di lingkungan terjauh, Anda juga bisa menjualnya di kerabat dekat. Tentunya orang-orang sekitar juga ada yang membutuhkan berbagai produk di bisnis properti.

Pastikan untuk lebih peka lagi ketika ada beberapa teman sedang ingin membeli rumah atau sejenisnya. Anda bisa bertanya kepada orang sekitar yang sedang membutuhkan rumah tersebut mengenai hunian impiannya.

Tentu hal ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan ketika hendak menentukan sebuah produk sebelum diperjualkan. Pasalnya memenuhi keinginan para konsumen harus dipenuhi dahulu.

4. Mencari Calon Penjual Properti dengan Rutin

Mencari Calon Penjual Properti dengan Rutin
Mencari Calon Penjual Properti dengan Rutin

Ketika Anda sudah mulai berinteraksi dengan calon pelanggan, tugas berikut adalah menjadikannya mereka sebagai konsumen tetap.

Alasannya, sebuah komunikasi harus dilakukan lebih rajin lagi untuk mendekatkan bersama mereka. Hal ini dianggap cukup efektif dalam menjalin kedekatan dengannya.

Selain itu, penting juga untuk sering mendatangi lokasi perumahan serta pameran properti yang  sedang diadakan di daerah terdekat.

Pemilihan tempat dari sebuah bisnis juga penting diperhatikan. Pasalnya hal ini juga menentukan apakah sebuah usaha didirikan secara strategis atau tidak.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Bisnis Plan dan Jenis-jenisnya (Terlengkap)

5. Menawarkan Kerjasama

Menawarkan Kerjasama Menjual Rumah Apartemen Tanah Kavling
Menawarkan Kerjasama Menjual Properti

Ketika Anda sudah menemukan seorang calon penjual, jangan lupa untuk memulai menawarkan kerjasama.

Terlebih jika beberapa diantara mereka sudah memiliki sebuah usaha sendiri. Tentunya hal ini merupakan sebuah peluang bisnis yang cukup tinggi dalam meningkatkan angka permintaan.

Anda dapat bertanya kepada mereka mengenai rumah yang ingin dibeli mulai dari jumlah lantai, luas tanah, fasilitas properti, harga properti, cara bayar properti hingga kondisi sekitarnya.

Pertanyaan seperti itu bisa dijadikan sebagai gambaran saat menentukan teknik promosi secara offline atau media online. Pasalnya memahami keinginan konsumen memang penting.

6. Menyusun Website sebagai Media Promosi

Menyusun Website Bisnis Properti sebagai Media Promosi
Menyusun Website sebagai Media Promosi

Teknik promosi yang mengandalkan media digital sudah terbukti memberi dampak signifikan terhadap peningkatan angka penjualan.

Pemasaran seperti ini mampu menjangkau pasar lebih luas daripada hanya menggunakan cara konvensional. Anda bisa menerapkannya saat berbisnis di bidang properti.

Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan menyusun website sebagai media promosi. Anda dapat memasang berbagai produk properti di sana sehingga lebih mudah dijangkau oleh calon pelanggan

Pemasaran seperti ini mampu mempertemukan penjual dan pembeli secara virtual.

7. Membuat Merek Usaha

Membuat Merek Usaha atau Brand
Membuat Merek Usaha atau Brand

Ketika bisnis properti dirasa sudah mulai berjalan lancar, Anda pun bisa memulai untuk membuat merek usaha sendiri atau brand sebagai tanda pengenalnya.

Daftarkan bisnis di Google menggunakan Google Bisnis agar mudah di cari dan terpercaya.

Hal ini dapat diterapkan agar calon pelanggan dapat lebih mudah mengenalnya. Terutama jika brand tersebut masih tergolong baru dan harus dikenal oleh banyak orang.

Pada tahap kali ini, mendaftarkan merek usaha memang membutuhkan biaya agar bisa diakui oleh masyarakat.

Sayangnya jika anggaran sudah mulai terbatas, maka harus meminjam dana di bank atau keluarga. Pastikan agar mengembalikan uang secara tepat waktu sehingga tidak menumpuk jumlahnya.

8. Menyisihkan Keuntungan

Menyisihkan Keuntungan Bisnis Properti
Menyisihkan Keuntungan dari Bisnis

Setiap kali Anda mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan, jangan lupa untuk menyisihkannya agar dapat ditabung.

Tujuannya yakni bisa memperbesar usaha kedepannya. Hal ini biasanya terjadi ketika pebisnis justru lupa karena menghambur-hamburkannya untuk keperluan lainnya.

Anda pun bisa juga menyisihkan keuntungan tersebut untuk bersedekah. Tentu saja hal ini dianggap lebih bermanfaat kepada orang lain.

Biasanya pebisnis melakukan cara tersebut agar dekat dengan masyarakat sekitar terutama jika memberikan kontribusi tersendiri pada berdirinya sebuah usaha.

Baca Juga: 10 Bisnis Online Rumahan Modal Kecil 2021, Menguntungkan!

9. Mencari Karyawan

Mencari Karyawan
Ilustrasi Mencari Karyawan

Tips ini bisa dianggap sebagai yang terakhir yakni ketika Anda harus mencari karyawan. Tidak mungkin bagi seorang pebisnis mengerjakan semua tugasnya sendiri.

Pastinya, jika sebuah bisnis sudah mulai berkembang pesat, maka lebih banyak hal perlu dilakukan terutama dalam bidang pemasaran.

Anda akan membutuhkan bantuan dari orang lain yang dapat direkrut sebagai karyawan. Dalam tahap ini pun pengalaman tentunya sudah lebih banyak karena telah mengembangkan bisnis tersebut mulai dari nol.

Jadi, pentingnya merekrut pekerja adalah agar semua tugas pekerjaan dilakukan secara efektif.

10. Membuat Jasa Manajemen Properti

Jasa Manajemen Properti
Ilustrasi Jasa Manajemen Properti

Tidak hanya menyediakan produk properti saja, Anda juga bisa menawarkan jasa manajemen properti. Hal ini dapat dilakukan ketika seorang pebisnis sudah memiliki keahlian tersendiri di bidang tersebut.

Terutama jika mempunyai keterampilan untuk memberikan saran dan rekomendasi terbaik kepada pelanggan.

Misalnya saja adalah jasa manajemen dalam membangun rumah kost. Tidak semua pemiliknya tahu mengenai cara untuk mengaturnya.

Anda sendiri bisa menawarkan layanan tersebut agar mengetahui bagaimana mengelolanya dari awal terutama menyediakan kebutuhan bagi calon pelanggan.

11. Mengecek Perkembangan Perubahan Harga Properti

Mengecek Perkembangan Perubahan Harga Properti
Mengecek Perkembangan Perubahan Harga Properti

Harga properti memang diakui cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Bisa saja rumah, apartemen atau ranah kavling di tahun ini akan tambah mahal dan berbeda di tahun depan. Anda harus mengikuti perkembangan tersebut untuk menyesuaikannya dengan perubahan pasar.

Anda pun bisa mengetahui kenaikan harga tersebut dengan berbagai faktor yang bisa mempengaruhinya.

Hal semacam itu penting untuk diperhatikan bagi seorang pebisnis terutama jika awalnya belum memiliki pengalaman di bidang tersebut sebelumnya.

Itulah tadi beberapa cara yang bisa Anda terapkan dalam memulai bisnis properti tanpa modal. Baca Juga: 12 Bisnis di Masa Pandemi

Berbisnis dengan tidak menggunakan bantuan dana sama sekali memang diakui sangat sulit bagi sebagian kalangan. Namun jika sudah menerapkan tipsnya, maka hal ini cukup mudah dipraktekkan. Semoga sukses ya dan jangan lupa share artikel ini.

Wendi Rudiyanto
x

Bantu Share Ya :)

Tinggalkan komentar