12 Etika Bisnis beserta Contohnya yang Wajib Diketahui!

Dalam berbisnis, ada beberapa hal yang perlu dipelajari termasuk menerapkan etika bisnis di dalamnya. Nyatanya hal ini menentukan kesuksesan untuk menjalankan sebuah usaha.

Etika bisnis berhubungan dengan pengelolaan dan perencanaan sekaligus hubungan dengan pebisnis lain.

Ini Dia, 12 Etika Bisnis beserta Contohnya

Inovasi, ambisi serta kompetisi dalam berbisnis memang mempunyaI posisi yang penting untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Namun, dari ketiga hal tersebut harus dilengkapi dengan etika bisnis. Penerapannya tentu sangat penting bagi pebisnis agar bisnis berkembang dan sukses.

1. Jujur

Jujur dalam bisnis
Penerapan Etika Bisnis Jujur dengan Tidak Menerima Suap

Jujur sudah menjadi nilai yang paling dasar untuk dimiliki setiap orang termasuk juga pebisnis.

Jika Anda ketahuan dalam menjalankan bisnis online atau bisnis offline dengan ada unsur penipuan, maka bisnis juga terancam hancur bahkan dalam waktu singkat. Tentunya hal ini tidak diinginkan oleh para pengusaha.

Perlu diketahui juga bahwa untuk mengembalikan kepercayaan dari pelanggan tentu tidaklah mudah. Bahkan hal ini dinilai sangat sulit dan memerlukan waktu cukup lama.

Oleh sebab itu, perilaku jujur kepada siapapun harus diterapkan agar tetap dipercaya orang sekitar terutama dalam hal berbisnis.

Jujur dalam bisnis bisa diterapkan dalam mengelola dan menjaga data perusahaan, tidak menerima suap dan hal lain terkait bisnis.

2. Bersikap Dewasa dan Bertingkah Baik

Bersikap Dewasa dan Bertingkah Baik dalam Bisnis
Bersikap Dewasa dan Bertingkah Baik dalam Berbisnis

Selama berbisnis, Anda perlu bersikap dewasa terutama dalam mengambil sebuah keputusan.

Jauhkan sikap kekanak-kanakan dan tidak mengutamakan rasa ego dari kepentingan bersama. Pikirkan secara matang agar suatu bisnis dapat berjalan dan berkembang terus menerus.

Selanjutnya, bertingkah laku yang baik juga menunjukkan bahwa Anda bersikap dewasa. Hal ini akan langsung terlihat ketika berinteraksi dengan rekan bisnis lainnya.

Menjaga tingkah laku penting diterapkan di dalam bisnis agar tidak menyinggung perasaan orang lain khususnya memberikan first impression.

Artikel Lainnya: 9 Cara Membuat Bisnis Model Canvas Berdasarkan Elemennya

3. Menjaga Penampilan dalam Berbusana

Menjaga Penampilan dalam Berbusana untuk Bisnis
Etika Bisnis dengan Menjaga Penampilan dalam Berbusana

Tidak hanya perilaku saja yang Anda harus perhatikan, namun juga memastikan bahwa pakaian menjadi kunci utama ketika bertemu dengan rekan bisnis baru.

Pasalnya mereka akan mendapatkan kesan pertama setelah pertemuan tersebut sehingga harus memperhatikan penampilan.

Pakaian dianggap menjadi etika bisnis dimana masih bisa terlihat oleh mata. Jangan menggunakan baju kusut, tidak sopan atau memiliki warna mencolok.

Tambahkan parfum saat hendak bertemu orang lain agar memberikan kesan pertama yang baik dan nyaman dengan sekitar.

4. Berbicara Sopan dengan Menggunakan Kalimat yang Baik

Berbicara Sopan dengan Menggunakan Kalimat yang Baik
Berbicara Sopan dengan Menggunakan Kalimat yang Baik

Pemilihan kata saat berbicara juga harus diperhatikan. Anda harus menghindari menggunakan bahasa yang kasar, obrolan bersifat pribadi hingga mengandung unsur sara.

Tujuannya agar tidak menyinggung perasaan orang lain terutama rekan bisnis saat pertama kali bertemu.

Guna mendapatkan kesan yang baik, Anda juga harus memastikan bahwa semua perilaku sudah dilakukan dengan sopan.

Kesan seperti ini akan diingat oleh rekan bisnis. Apabila pertemuan pertama sudah menunjukkan kesan kurang baik maka akan berpengaruh ke pertemuan berikutnya.

5. Penentuan Keputusan yang Baik dan Tepat

Penentuan Keputusan yang Baik dan Tepat dalam Bisnis
Penentuan Keputusan yang Baik dan Tepat dalam Bisnis

Contoh etika bisnis ini mengharuskan seorang pebisnis untuk bisa mengambil keputusan dengan baik dan tepat.

Tidak hanya itu, mereka juga harus mempertanggungjawabkannya. Sebab, sebagai pelaku bisnis tentu selalu dihadapkan mengenai masalah dan kendala saat berbisnis.

Mengingat bahwa setiap perusahaan memiliki strategi dan konsep yang berbeda, maka seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan secara kondisional.

Setiap kondisi dan kendala tentu tidak sama sehingga menjadi faktor utama dalam pengambilan sebuah rencana ke depannya.

6. Kepedulian Tinggi

Kepedulian Tinggi dalam Bisnis Online
Kepedulian Tinggi dalam Etika Bisnis

Dalam menjalankan sebuah bisnis, wajib bagi Anda untuk menjaga pribadi tetap menunjukkan kepedulian, baik hati serta simpatik pada orang lain.

Hal ini perlu diterapkan kepada karyawan, pimpinan, manajemen sampai pelanggan. Jadi penting penerapan seperti ini baik internal atau eksternal.

Pebisnis wajib untuk memahami konsep jika keputusan yang ditentukan tidak hanya berpengaruh bagi perusahaan melainkan semua pihak terlibat di dalamnya.

Seorang pemimpin juga harus menentukannya agar memberikan dampak positif lebih banyak daripada efek negatifnya.

Baca Juga: 4 Jenis Manajemen Bisnis dan Contohnya

7. Pengendalian Diri yang Tinggi

Pengendalian Diri yang Tinggi dengan Tidak Menerima Suap
Pengendalian Diri yang Tinggi dengan Tidak Menerima Suap

Pengendalian diri ini dimaksudkan bahwa setiap karyawan mampu menahan keinginannya agar tidak terpengaruh dari pihak lain.

Kecenderungan seperti ini bisa saja membuat mereka akhirnya memberikan dampak kurang baik terhadap perusahaan khususnya secara internal.

Etika bisnis ini penting untuk dimiliki terutama pada saat menerima tawaran suap. Hal ini penting diterapkan agar seorang pelaku bisnis tidak mendapatkan keuntungan dari pihak eksternal.

Tentu saja hal ini akan menyebabkan kerugian besar pada suatu bisnis apabila berlangsung dalam waktu yang lama.

8. Bertanggung Jawab untuk Kepentingan Sosial

Permintaan Barang Bisnis Meningkat
Ilustrasi Bertanggung Jawab untuk Kepentingan Sosial

Pelaku bisnis harus memiliki kepedulian tinggi untuk kepentingan masyarakat.

Tidak hanya dalam bentuk uang seperti memberikan sumbangan dan komisi namun harus dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Terutama jika mereka memang berkontribusi kepada sebuah perusahaan.

Contohnya adalah ketika pelaku bisnis memilih untuk tidak menaikkan harga jual kepada masyarakat ketika jumlah permintaan sedang meningkat.

Sebuah perusahaan harus menentukan keputusan yang tepat tanpa harus meraup keuntungan sebanyak-banyaknya jika harus merugikan masyarakat.

9. Bersaing dengan Sehat

Bersaing dengan Sehat Menjadi Etika Bisnis
Ilustrasi Bersaing dengan Sehat dalam Etika Bisnis

Persaingan dalam dunia bisnis online rumahan atau toko offline memang selalu ada dan tidak bisa dihindari. Kompetisi dengan kompetitor seperti ini memiliki tujuan tersendiri untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam bisnis.

Namun, tidak sampai mematikan industri lemah sekalipun ingin memenangkannya karena harus dilakukan secara sehat.

Persaingan memang sudah alami akan terjadi namun seharusnya ada hubungan erat yang perlu dijamin antara perusahaan skala besar bersama menengah ke bawah.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kompetisi kurang sehat dimana saling menjatuhkan satu sama lain.

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Online untuk Pelajar yang Menguntungkan

10. Saling Percaya, Konsisten dan Konsekuen

Saling Percaya Konsisten dan Konsekuen dalam Bisnis
Saling Percaya, Konsisten dan Konsekuen dalam Bisnis

Guna menciptakan persaingan bisnis yang kondusif, maka harus dijalin kepercayaan antara perusahaan berskala besar dengan skala menengah ke bawah.

Tujuannya agar mereka bisa berkembang bersama untuk menjadikan sebuah kompetisi sehat tanpa menjatuhkan industri lainnya.

Semua etika bisnis tidak akan berjalan apabila Anda menjalankannya tanpa rasa konsisten.

Hal ini perlu dijalin bersama agar menghindari menurunnya rasa kepercayaan satu dengan yang lainnya. Selain itu, konsekuen dalam menerapkannya juga penting dijaga oleh semua perusahaan. Baca Juga: 5 Cara Membuat Bisnis Plan

11. Menjaga Nama Baik Perusahaan

Menjaga Nama Baik Perusahaan
Menjaga Nama Baik Perusahaan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap pelaku usaha wajib untuk menjaga nama baik perusahaannya masing-masing.

Hal ini juga penting diterapkan bagi seluruh pihak di dalamnya terutama karyawan dan buruh. Pasalnya sering terjadi penyebaran hoax tentang sebuah bisnis di internet atau sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok atau lainnya.

Adanya kabar yang kurang benar mengenai sebuah bisnis tersebut biasanya berasal dari karyawan maupun pihak eksternal.

Tentu saja tujuannya adalah untuk menjatuhkan citra dari sebuah perusahaan agar tidak dikenal baik oleh masyarakat sehingga menurunkan nilai produktivitasnya.

12. Jiwa Kepemimpinan Tinggi

Jiwa Kepemimpinan Tinggi
Ilustrasi Jiwa Kepemimpinan Tinggi dalam Etika Bisnis

Terakhir adalah memiliki jiwa kepemimpinan tinggi yang dinilai sangat penting untuk mengelola manajemen dalam sebuah perusahaan.

Sebagai pelaku usaha, tentu ada banyak hal harus dikelola dengan baik agar mampu mendapatkan keuntungan secara maksimal.

Tidak hanya memerintah saja melainkan juga mampu memberikan motivasi kepada seluruh bawahannya agar mampu menampilkan performa kerja terbaik.

Hal ini biasanya sering dilupakan oleh para pemimpin karena hanya senang menyampaikan perintah tanpa ada usaha mendekati karyawannya.

Baca Juga:

Demikian penjelasan tentang etika bisnis yang wajib untuk diterapkan terutama bagi pelaku usaha. Perusahaan tidak akan berjalan maksimal apabila memiliki pemimpin kurang baik.

Tak kalah pentingnya adalah menjaga hubungan baik bersama rekan bisnis serta lingkungan masyarakat setempat. Semoga bermanfaat dan Share artikel ini jika bermanfaat ya. 🙂

Share:

Tinggalkan komentar