7 Fakta Gethuk, Jajanan Pasar Menarik Khas Jawa

Gethuk adalah makanan ringan yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Hidangan tersebut sangat khas bagi masyarakat Jawa tepatnya gethuk berasal dari Magelang.

Seiring dengan perkembangan waktu, jajanan pasar ini dapat ditemukan di berbagai daerah Pulau Jawa.

7 Fakta Gethuk, Jajanan Menarik Khas Magelang, Jawa

Gethuk Jajanan Khas Magelang Jawa
Gethuk

Umumnya, gethuk memiliki rasa manis dan juga gurih. Selain itu, hidangan ini juga mempunyai tampilan warna warni sehingga menarik untuk Anda coba.

Lantas apa saja fakta menarik mengenai makanan khas daerah Jawa ini? Simak informasinya disini:

1. Gethuk Muncul di Masa Jajahan Jepang

Fakta pertama muncul dari sejarah, jajanan ini dimana sudah ada di masa penjajahan Jepang. Konon di waktu itu, bahan pangan pokok berupa beras sangat langka sehingga membuat warga Indonesia memanfaatkan ketela pohon.

Akhirnya mereka mengolah singkong sebagai bahan untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok. Pada waktu itu, ketela memang sangat mudah untuk ditemukan di sekitar rumah. Selain itu, banyak petani menjualnya langsung di pasar.

Artikel Lainnya: 3 Resep Cenil Tidak Alot, Lembut dan Anti Gagal di Rumah

2. Teknik Pembuatan Gethuk Secara Manual

Teknik Pembuatan Gethuk Secara Manual
Ilustrasi Teknik Pembuatan Gethuk

Gethuk masih dibuat dengan cara manual yakni menggunakan tangan untuk membentuknya.

Di masa itu, seorang penduduk Magelang Bernama Ali Motar mengukus lalu menghaluskannya bersama gula. Tujuannya agar masih mendapatkan rasa manis dan gurih saat dikonsumsi.

Hasil dari proses pengukusan tersebut akhirnya menjadi salah satu jenis yakni Gethuk Lindri. Tentu Anda juga sudah tidak asing lagi pada olahan satu ini. Bukan hanya menarik pada warnanya, namun memiliki rasa unik dan beda dari lainnya.

3. Gethuk Dibuat oleh Ali Motar

Menyambung pada poin sebelumnya, gethuk pertama kali dibuat oleh warga Magelang, Ali Motar.

Awalnya dibuat dengan cara manual dimana hanya mengandalkan tenaga tangan saja sehingga memakan banyak waktu cukup lama.

Di tahun 1985, Mbah Ali akhirnya menciptakan sebuah mesin penghalus singkong yang mampu membuat gethuk dalam jumlah banyak di waktu singkat saja. Setelah beliau meninggal, usaha ini pun dilanjutkan oleh anak dan cucunya.

4. Pembuatan Gethuk yang Tidak Sulit

Makanan Gethuk
Gethuk

Salah satu cucu dari Ali Mohtar yang sudah melanjutkan usaha gethuknya bernama Sri Rahayu. Sri mulai terjun menekuni dunia bisnis makanan ini sejak remaja.

Semenjak waktu itu, akhirnya belajar mengenai pemilihan bahan baku, proses pembuatan hingga berjualan.

Sri mengaku bahwa proses pembuatan gethuk tidak sulit dan mudah untuk pemula. Menurutnya, camilan sehat ini dapat dibuat oleh siapapun. Selain itu, semua bahan bakunya pun mudah untuk diperoleh terutama jika hanya membelinya ke pasar.

Baca Juga: 3 Resep Kue Cucur, Camilan Empuk dan Legit

5. Filosofi Gethuk

Gethuk memaknai sebuah kesederhanaan serta apa adanya dalam menunjukkan apapun pada diri manusia. Tampilannya memang penuh warna sehingga mengajarkan ke manusia untuk selalu berinovasi.

Selain itu, dengan bahan baku yang mudah diperoleh dimana mengartikan hal-hal sederhana mampu menjadikannya sebagai sesuatu bermanfaat, disukai dan menarik.

Nilai positif lainnya yakni menjadi makanan alternatif bagi penduduk Indonesia di masa jajahan.

6. Jenis-Jenis Singkong

Gethuk khas Magelang
Gethuk

Dengan perkembangan jajanan tradisional ini, membuatnya memiliki banyak bentuk. Salah satunya yakni Gethuk Bollen dimana berbentuk seperti bolen namun jika digigit akan mendapatkan rasa layaknya gethuk di dalamnya.

Jenis kedua yakni mempunyai tiga lapisan warna berbeda sehingga memberikan tampilan yang cantik. Berikutnya yakni getuk cotot, terbuat dari singkong dan diisi gula pasir dimana merupakan jajanan paling khas di Magelang.

Baca Juga: 13 Camilan Rendah Kalori untuk Diet Sukses

7. Gethuk Tidak Tahan Lama

Gethuk Magelang yang terbuat dari singkong teksturnya terasa sangat pulen jika digiling secara halus. Namun sayangnya, jajanan yang satu ini tidak dapat Anda simpan dalam waktu lama bahkan hanya kurang dari lima jam.

Hal ini terjadi karena pembuatannya memang tidak menggunakan bahan pengawet. Apabila dijadikan sebagai oleh-oleh, sebaiknya komponen kelapa parut perlu dibungkus secara terpisah dan dimasukkan ke kulkas. Baca Juga: 7 Peluang Usaha Makanan

Itulah tadi 7 fakta dari jajanan tradisional berupa gethuk yang menjadi ciri khasnya. Rasanya memang sangat unik sehingga menjadi daya tariknya ketika orang-orang ingin membelinya. Jangan lupa untuk menambahkan parutan kelapa saat memakannya.

Share:

Tinggalkan komentar